Saturday, June 7, 2014

Mengenal Jenis Kabel Listrik yang Sesuai Standar SNI

Jenis Kabel Listrik yang Sesuai Standar SNI

Apakah Anda pernah mendengar mengenai kabel penghantar listrik SNI? Jika iya, apakah Anda sudah mengerti kabel jenis apakah itu? Mungkin masih belum, namun jangan khawatir, kami akan membagikan informasi seputar itu sekarang pada postingan kali ini, selamat membaca.

Sekilas tentang SNI dan kabel

SNI sebenarnya sama seperti helm SNI itu, jadi merupakan sebuah standar, dan bukanlah nama merek barang. Begitu pula dengan kabel, sudah mendapat perlindungan, sehingga harus ada standar tertentu baru bisa memperoleh kabel SNI. Selain itu, sifat untuk memenuhi standar ini wajib hukumnya. SNI sendiri merupakan kepanjangan dari Standar Nasional Indonesia. Dan, aturan mengenai kabel berSNI ini dimulai oleh pemerintah sudah lumayan lama, dengan mengeluarkan aturan menteri perindustrian atau dikenal juga dengan Permenperin dengan nomor 50/M-IND/PER/5/2011, semua aturan ini menjelaskan secara mendetail mengenai peraturan pembuatan kabel berkualitas standar SNI yang sudah dipenuhi, tentunya dari segi keamanan dan kualitas. Namun, tentu saja dengan ini, memang akan merepotkan produsen, namun akan menguntungkan konsumen karena kualitas dari kabel akan lebih terjaga dan tidak diproduksi dengan sembarangan, karena kabel yang rusak bisa berbahaya, dan kabel sangat sering digunakan serta ada di mana-mana juga.

Tujuan dari pemberlakuan kewajiban kabel ber-SNI ini sebenarnya ada. Menurut informasi yang dikemukakan oleh direktur dari industri material dasar untuk logam yaitu Ditjen Basis Industri bagian manufaktur dan kementerian perindustrian, yang bernama I Gusti Putu Suryawirawan sendiri mengatakan bahwa pemberlakuan kabel listrik dengan standar SNI ini demi antisipasi pada masuknya produk impor kabel yang banyak di bawah standar, baik kualitas maupun keamanan, karena memang pengimpor dan produsen tentu saja mengincar keuntungan sebanyak-banyaknya, dan terkadang tidak menghiraukan kualitas dari kabel tersebut, padahal itu akan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya aturan SNI, diharapkan hal tersebut tidak akan terjadi kembali.

Berikut merupakan beberapa contoh merek dari kabel SNI yang sudah cukup populer dan dikenal oleh masyarakat, yaitu:

  1. Supreme
  2. Kabel Metal
  3. Tranka
  4. KabelIndo
  5. Jembo
  6. Extrana
  7. Eterna


Semua jenis kabel listrik mulai dari NYY, NYA, NYYHY, NYM dan jenis kabel listrik lainnya sama-sama harus memenuhi standar SNI untuk bisa dipasarkan. Mungkin memang masih ada penjual yang menjual kabel yang tak memenuhi SNI, namun jika ketahuan itu akan menjadi masalah, jadi Anda sebagai konsumen harus berhati-hati, pastikan kabel listrik yang mau Anda pasang dan beli sudah memenuhi standar dari SNI sendiri.

Untuk penjualan kabel biasanya dilakukan secara rollan, kecuali di toko listrik yang menjual eceran. Tentunya, kabel listrik SNI yang dibeli secara rollan akan lebih murah, karena Anda membeli lebih banyak.
Sekian artikel mengenai mari mengenal kabel listrik SNI, semoga berkenan.

Tips Keamanan Instalasi Kabel Listrik

Tips Keamanan Instalasi Kabel Listrik

Bagi Anda yang baru pertama kali membangun rumah, salah satu aspek keamanan yang tidak boleh dilupakan adalah instalasi kabel listrik, pemilihan kabel termasuk di dalamnya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Kesalahan instalasi kabel listrik dapat berakibat keamanan keluarga menjadi terancam, salah satu bahayanya misalnya korsleting dan terjadi kebakaran, apalagi jika itu terjadi pada saat malam hari, dan anggota keluarga sedang tidur, sehingga tidak mengetahui terjadinya kebakaran hingga terlambat.

Ukuran kabel listrik

Yang cukup menjadi faktor penentu keselamatan dan pemasangan instalasi kabel yang baik yaitu mengenai ukuran dari kabel listrik yang dipasang. Kabel listrik sendiri secara umum terbagi ke dalam beberapa ukuran, yang banyak tersedia dan dijual di toko-toko elektronik. Selain itu, warna dari kabel listrik juga bervariasi dan bermacam-macam, namun mengenai warna tidak terlalu berpengaruh dengan keamanan, hanya untuk memudahkan Anda dalam melihat itu kabel ke arah mana dan untuk apa sehingga tidak salah pada saat perlu untuk membongkarnya di kemudian hari. Kembali mengenai ukuran dari kabel listrik yang ada yaitu 1 x 2,5 mm, 1 x 1,5 mm, 2 x 1,5 mm, 3 x 2,5 mm dan juga 2 x 2,5 mm.

Berbeda ukuran maka berbeda pula pemanfaatan dari kabel tersebut, contohnya untuk kabel listrik dengan ukuran 2,5 mm, biasanya digunakan pada pemasangan jalur utama dari instalasi listrik. Dan setelah itu, barulah dibuat cabang-cabang dari instalasi listrik yang tentunya disesuaikan lagi berdasarkan kebutuhan untuk masing-masing rumah tangga. Cabang listrik inilah yang pada umumnya memakai kabel yang memiliki ukuran 1,5 mm. Kabel yang digunakan dalam memasang cabang instalasi biasanya diberikan sambungan ke sakelar maupun lampu rumah Anda.

Pemasangan kabel listrik harus oleh profesional

Anda jangan mencoba memasang instalasi kabel listrik sendiri, apabila Anda tak berpengalaman, dan jangan mencoba-coba, karena akan berbahaya apabila terjadi kesalahan pemasangan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya akan resiko terjadinya korsleting.

Biasanya kumpulan orang yang memang sudah ahli dalam pemasangan listrik ini sudah terdaftar di dalam anggota Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia, dikenal juga dengan AKLI, serta sudah resmi terdaftar pada perusahaan PLN, yang bertanggung jawab untuk kelistrikan di negara Indonesia. Selain itu, anggota dari AKLI ini memang sudah resmi legal sebagai kumpulan profesional tukang listrik, yang mempunyai tanggung jawab dalam keamanan dari pemasangan atau instalasi listrik di rumah-rumah di negara Indonesia.

Sekian informasi tentang tips keamanan pemasangan kabel listrik yang sudah wajib Anda ketahui, semoga bermanfaat. Jika Anda menyukai artikel ini, kami benar-benar berterima kasih apabila Anda mau share artikel ini melalui situs social media yang ada, Terima kasih.

Tuesday, May 13, 2014

Di Area Pedesaan, Jenis Kabel Antena TV Sangat Berpengaruh

kabel antena tv

Penggunaan kabel antena televisi sangat mempengaruhi hasil tangkapan sinyal siaran pada televisi kita, terutama pemilihan jenis kabel tv yang bagus, entah itu untuk daerah kota yang mudah penangkapan sinyalnya maupun untuk area terpencil di desa. Pengalaman saya waktu memasang kabel televisi di daerah yang sulit sinyal di pedesaan sangat tergantung dari jenis kabel dan tinggi antena televisi.

Kalau untuk tinggi antena dapat kita sesuaikan, misalnya ingin memasang antena di sebelah rumah atau disambung ke pohon yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan ketika memasang antena televisi terlalu tinggi adalah faktor petir yang dapat menyambar antena tersebut. Hal ini dapat kita atasi dengan memasang grounding pada antena.

Nah, faktor lain yang berpengaruh pada kualitas penangkapan siaran televisi adalah pada kabel antena itu sendiri. Memilih kabel yang bagus amat penting untuk mendapatkan tangkapan siaran yang jernih, kalau orang sering menyebutnya 'tidak ada semutnya'.

Lantas seperti apa kriteria kabel antena televisi yang baik untuk daerah pedesaan? Tidak ada patokan merk atau ukuran khusus, kalau saya melihat dari kualitas bahan kabel itu sendiri. Pastikan kabel yang digunakan berbahan serabut tembaga pada lapisan luar dan inti kabel terbuat dari tembaga tunggal yang murni. Kadang ada pula sejenis bahan mirip tembaga untk kabel yang herganya murah. Nah ini yang menyebabkan penangkapan siaran buruk. Memang kalau bicara harga akan berbanding lurus dengan kualitas yang kita dapatkan

Selain pemilihan jenis kabel yang tepat, jangan dilupakan pula untuk area pedesaan atau suash sinyal dapat menggunakan penguat sinyal atau booster. Booster televisi harganya cukup tergangkau mulai dari 40 ribu sampai sekitar 60 ribu tergantung merknya. Anda dapat membeli yang harga murah saja namun pastikan selalu melakukan pengecekan rutin terutama apabila antena terpasang di luar karena rawan terkena air dan panas matahari berlebihan.