Friday, June 20, 2014

Penjelasan Cara Pemasangan Kabel Bawah Tanah



Cara Pemasangan Kabel Bawah Tanah

Sebelum proses pemasangan dari kabel bawah tanah tentu saja dibutuhkan peralatan khusus dan tukang yang paham mengenai listrik, jadi pemasangan dapat berlangsung dengan sempurna dan dapat beres. Selain itu kabel yang dipilih juga bukan sembarang kabel, melainkan kabel tertentu saja yang benar-benar cocok untuk ditanamkan di bawah tanah.

Kabel bawah tanah dan menyeberang sungai

Terkadang pemasangan kabel bawah tanah yang menggunakan pipa harus melewati sebuah sungai untuk berlanjut ke daerah lainnya, oleh karena itu tidak bisa sembarangan juga, harus melalui beberapa proses. Salah satu prosesnya yaitu pemasangan jika melewati sungai harus mengantongi ijin dari PU Setempat ataupun PEMDA. Dan bukan dipasang begitu saja, melainkan kabel sudah harus dimasukkan ke dalam pipa pelindung besi, Anda tentu sudah banyak melihat yang seperti ini di daerah-daerah di Indonesia, terutama sungai-sungainya. Pipa pelindung berbahan besi tersebut akan dilewatkan pada bagian bawah maupun sisi dari jembatan, biasanya pipa yang digunakan berwarna biru.

Ada 3 Metode Pemasangan

Metode asli untuk memasang kabel pada daerah bawah tanah sebenarnya ada 3, yaitu:

1. Trenching
Trenching merupakan metode dengan membuat parit atau melakukan penggalian.

2. Vibratory plowing
Kedua yaitu vibratory plowing, adalah metode dengan menggunakan alat penggali.

3. Boring
Metode terakhir yaitu boring, atau pengeboran.


Untuk Anda ketahui, jika di luar negeri, dari ketiga metode di atas, metode yang paling banyak digunakan adalah metode vibratory plowing atau metode dengan menggunakan alat penggali. Mengapa metode ini banyak digunakan oleh orang luar negeri, adalah karena dengan vibratory plowing lebih mudah dilakukan. Alat penggali bukan seperti alat penggali tanah biasa, namun alat penggali spesial yang didesain dan memiliki mata pisau yang memang khusus untuk membelah tanah. Lalu, kabel diulur melalui tabung di dalam mata pisau kemudian langsung ditempatkan pada bawah tanah yang sudah terjebak pada saat alat penggali terus menggali. Selain itu, semuanya langsung otomatis, dengan menggunakan alat ini, otomatis tanah langsung tertutup sendirinya tanpa perlu ditutup manual begitu alat penggali keluar dari dalam tanah saat kabel sudah terpasang sempurna, walau memang akan berbeda dengan keadaan seperti sebelum penggalian dilakukan, namun melihat kemudahan proses dan juga kerusakan yang minimal, maka metode ini benar-benar disukai di luar negeri. Namun, apabila proyeknya hanyalah skala kecil saja, maka metode ini tidak disarankan karena akan menghabiskan banyak biaya.

Dengan melihat pada proyek pemasangan kabel listrik maupun kabel jaringan lainnya maka kita dapat menentukan seberapa besar skala pemasangan yang diperlukan sehingga akan efisien dari segi anggaran biaya yang dikeluarkan. Dari banyaknya sistem pengkabelan bawah tanah akan memberikan petunjuk bagaimana memasang kabel yang benar seperti standar yang ditetapkan sehingga faktor kerusakan dapat diminimalkan serta akan menghemat biaya perbaikan berkala.

Sekian informasi mengenai pemasangan kabel di bawah tanah, semoga bermanfaat. Sekarang apabila Anda melihat orang yang melakukan pemasangan kabel, Anda sudah mengetahui lebih dalam mengenai hal tersebut karena sudah membaca artikel ini, Anda juga dapat membagi informasi ini kepada teman Anda.

No comments:

Post a Comment